Batagor Kuah
REVIEW

Batagor Kuah, Sensasi Lain Menikmati Bakso Tahu Goreng

Bakso Tahu Goreng atau Batagor adalah salah makanan khas Bandung yang banyak ditemui di Jabodetabek. Mulai dari Akang-akang dengan gerobak dorongnya, kafe tempat nongkrong, bahkan restoran ternama kerap menjadikan Batagor sebagai menu andalan mereka.

Batagor sendiri terbuat dari adonan aci atau tepung sagu dengan berbagai rempah yang dipadu dengan tahu, atau kulit pangsit yang digoreng dan disiram saus  kacang. Isian adonan sendiri tergantung dari harga dan tempat dimana kita  bisa menyantap Batagor. Batagor Si Akang bergerobak dengan harga murah meriah tentu berbeda isiannya dengan Batagor di restoran dimana kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk menikmatinya.

Batagorgoreng
Batagor Goreng

Penggemar saus kacang pasti langsung terbayang pada  siraman saus kacang di tiap piring Batagor yang kadang ditambahkan dengan otak-otak goreng dan potongan mentimun. Crunchy yet Savoury. Tapi apa yang terbayang bila kita mendengar kata Batagor Kuah?

Dalam perjalanan pulang kerja, saya selalu tergelitik melirik salah satu gerobak di jalan Pahlawan Bekasi. Lokasinya searah dengan RS. Sentosa dan Bebek Lalada. Setiap pukul lima sore saya melewati jalan itu, dan saya selalu melihat orang-orang duduk maupun berdiri menunggu si Bapak Penjual menggoreng dagangannya. Gerobaknya sederhana, ada spanduk hitam bertulis Batagor Kuah dan Batagor Goreng, serta dua buah meja panjang dan beberapa kursi tertata di sana.

Batagor goreng  sangatlah lazim saya jumpai. Sebagai pengila saus kacang, saya selalu suka makan gado-gado, pecel,sate, somay,dan tentunya Batagor. Namun Batagor Kuah amat sangat baru buat perbendaharaan kuliner saya yang biasanya memilih menu yang itu-itu saja. Yang terlintas dalam benak saya adalah Batagor Goreng dengan saus kacang yang lalu disiram kuah panas.

Karena rasa penasaran, ditambah dengan fakta bahwa tempat itu selalu ramai dengan antrean pelanggannya, pergilah saya untuk mencoba Batagor kuah. Hari itu jam lima sore, sepertinya si Bapak penjual Batagor baru membuka dagangannya. Beliau sibuk menggoreng beberapa komponen Batagor, sementara beberapa ibu dan bapak tampak dengan sabar menunggu. Saya memilih untuk duduk di salah satu kursi dan ikutan mengantri.

“Pake Bakso, Mbak?” tanya si Bapak ketika menyiapkan pesanan saya.

“Boleh, Pak,” jawab saya singkat.

Batagor Kuah
Batagor Kuah

Tarraaaa…. Inilah si Batagor Kuah yangmembuat penasaran itu. Disajikan dalam satu mangkok dengan kuah panas. Isinya potongan tahu, pangsit isi, dan aci goreng, dua buah bakso sapi ditaburi potongan seledri dan bawang goreng. Tanpa saus kacang. Rasanya enak dan segar, lebih mirip Bakso Malang dengan porsi bakso yang minimalis dengan ekstra tahu dan tanpa mie pastinya.

Untuk saya pribadi, Batagor Kuah lebih cocok disantap disaat hujan dikala dingin menyergap. Mungkin karena saya penyuka saus kacang, absennya saus kacang dalam Batagor Kuah membuat saya tetap memesan Batagor Goreng untuk dibawa pulang dan disantap  di rumah.

Harga satu porsi Batagor Kuah sepuluh ribu Rupiah. Kita juga bisa request jumlah bakso sapi dengan harga yang berbeda juga tentunya. Sementara Batagor Goreng dihargai delapan ribu Rupiah per porsinya. Saus kacangnya lembut dan pas rasanya, pantas kalau banyak orang rela antri menunggu Si Bapak penjual saat gerobak baru dibuka.

Aniway, saya tetap menyantap Batagor Kuah di kala hujan. Dan  menikmati Batagor Goreng dengan bumbu kacangnya yang juicy dan potongan timunnya yang segar kapanpun saya kangen saus kacang. Kamu sudah coba makan Batagor Kuah?

Iklan