zero-waste-fashion-scarf-qlapa-cinta-produk-lokal-blog-competition
Cerita Hari Ini

Zero Waste Fashion dan Upaya Menyelamatkan Bumi

Sandang, pangan, dan papan adalah tiga aspek kebutuhan pokok dalam hidup manusia. It’s so long ago. Sekarang mungkin harus ditambah dengan pemenuhan kebutuhan akan kuota paket data internet dan ketersediaan jaringan wifi. Who can live without internet nowadays?

Saya tergelitik dengan fakta bahwa kita menyebut kebutuhan akan sandang di urutan yang pertama. Well , seiring peradaban, kebutuhan terhadap busana bukan lagi sekadar untuk penutup tubuh, melainkan juga sebagai bagian dari identitas, citra diri dan penentu kesuksesan seseorang.

Even when all the people say not to judge the book by it’s cover, but, we do see the cover first.

Sedemikian pentingnya busana dalam hidup kita, pernahkah terpikir seberapa banyak dampak lingkungan yang terjadi sebagai efek berbagai pencitraan diri kita sehari-hari? Seberapa banyak limbah, sampah buangan yang dihasilkan demi berhelai-helai gaun atau kemeja cantik yang terpajang rapi di lemari kita?
Timo Rissanen, seorang desainer yang fokus dalam pengkajian zero waste fashion movement dalam disertasinya mengungkapkan bahwa dalam proses produksi pakaian, dihasilkan setidaknya 15% limbah dari total bahan yang digunakan. Limbah tersebut dapat mencemari lingkungan, karena proses dekomposisi tekstil membutuhkan waktu 15-20 tahun.

zero-waste-fashion-dress-top-qlapa-cinta-produk-lokal-blog-competition
Zero Waste Fashion Dress and Top: gambar : Pinterest

Zero Waste Fashion

Zero waste fashion adalah suatu usaha menciptakan busana yang sedapat mungkin tidak menghasilkan buangan atau sampah sisa yang mencemari lingkungan. Sedapat mungkin menimbulkan nol limbah.

zero-waste-fashion-5in1-top-bottom-fashion-qlapa-Cinta-produk-lokalblog-competition
Kreasi 5 in 1 ; gambar : ok.ru, Pinterest

Ada dua pendekatan umum yang digunakan dalam zero waste fashion. Pre-consumption zero waste fashion merujuk pada usaha-usaha yang dilakukan untuk memproduksi busana yang meminimalisir limbah. Usaha tersebut meliputi pembuatan pola dan desain kain, serta penggunaan material tekstil yang ramah lingkungan. Post-consumption zero waste fashion merujuk pada usaha-usaha pemanfaatan pakaian setelah usai dipakai. Post-consumption zero waste fashion diusahakan melalui pemanfaatan second hand fashion dan pemanfaatan limbah tekstil sebagai bahan baku berbagai seni kerajinan.

zero-waste-fashion-outer-songket-qlapa-cinta-produk-lokal-blog-competition-cintai-produk-lokal
Blogger Hits @nunikutami Mengubah Songket Kalimantan Menjadi Outer Cantik ; gambar : Instagram

 

Tahukah kamu bahwa industri fashion adalah penghasil limbah terbesar nomor dua setelah minyak? Realitas menyedihkan itu tentunya berbanding terbalik dengan euphoria kita menyambut what’s in and out dalam dunia mode. Apa yang kita pakai dengan kurang bijak ternyata menyengsarakan alam kita.

Aplikasi Zero Waste Pattern ; gambar : Pinterest

Apabila dirasa sulit untuk mengaplikasikan metode nol limbah pada pakaian kita, paling tidak mari mencoba mengurangi limbah dan mulai sedikit bijak dalam mengkonsumsi pakaian. Cek tips-tips berikut yuk:

  • Cek kebutuhan kita.
    Terkadang kita membeli pakaian hanya karena kita suka desainnya. Atau sering kita membeli fashion item hanya karena mengikuti trend sesaat saja. Coba pikirkan sebelum membeli, seberapa sering kita akan memakai pakaian tersebut? Pastikan pakaian yang kita beli tidak hanya terpajang di dalam lemari.
  • Pastikan kualitas bahan.
    Pakaian yang berkualitas memiliki ketahanan terhadap waktu a.k.a awet. Choose quality over quantity.
  • Dukung produk lokal.
    Penggunaan produk lokal, selain membantu wirausahawan dalam negeri juga mengurangi jejak karbon. Dengan menggunakan produk lokal, kita mengurangi konsumsi minyak dalam transportasi pendistribusian pakaian
  • Pilihlah bahan pakaian yang eco-friendly.
    Shibori dan jumputan yang memakai pewarna alam tentu lebih ramah lingkungan dari pada material plastik sintetis yang sulit diurai dalam tanah. Cobalah memilih bahan katun atau material yang terbuat dari serat nenas, serat bambu, atau sutra alami.
  • Beli produk Second hand.
    Terkadang kita memerlukan pakaian yang hanya dipakai di saat-saat tertentu. Jaket outdoor , sepatu gunung yang hanya dipakai sesekali, ataupun gaun untuk pre-wedding . Carilah produk second hand,prelove seller atau jasa rental. Selain menyelamatkan budget kita, kitapun tak perlu menambah deretan barang tak terpakai di lemari. Let’s being rational yet fashionable.
  • Rawat pakaian dengan benar.
    Perawatan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan bahan tekstil akan memperpanjang usia pakaian dan mengurangi bertambahnya limbah bahan pakaian.
  • Donasikan pakaian layak pakai.
    Kadang apa yang tidak kita perlukan justru merupakan hal yang diinginkan orang lain. Mendonasikan pakaian kita pada panti asuhan, posko bencana, atau bazar amal tentunya akan sangat bermanfaat dan turut berkontibusi pada kelestarian alam.
  • Kurangi pemakaian plastik dan kertas kemasan pakaian.
    Menenteng paper bag berbagai barang branded, serta kantong plastik belanja selain merepotkan juga berkontribusi menambah sampah bagi lingkungan. Jika kesulitan membawa kantong belanja sendiri, cobalah memilih dan mengurangi penggunaan kemasan pakaian kita.
  • Padu padankan pakaian kita.
    Luangkan waktu untuk memadupadankan pakaian kita. Pilih atasan dan bawahan dengan model dan warna sederhana yang cocok untuk berbagai padanan. Tuangkan kreativitas dalam memilah dan memadupadan berbagai pilihan. Fashion always runs as a wheel. Pastikan kita memiliki timeless fashion item yang akan selalu tampak cantik hanya dengan tambahan berbagai aksesori sederhana. Mix and match always worth a try.
  • Daur ulang pakaian yang tak terpakai.
    Sebagai penggila Pinterest, saya menemukan banyak sekali ide pemanfaatan bahan kain pakaian yang sudah usang dan tak terpakai. Bahkan ada banyak cara me-redesign pakaian yang sudah terlalu kecil atau terlalu besar. Having a new stuff over the used to be garbage can really be a great way to spend the spare time.

Kehabisan ide dalam mencari desain yang cocok untuk menerapkan zero waste fashion dalam kehidupan sehari-hari? Atau bingung dimana mulai membeli atau mencari pakaian dengan konsep tersebut? No worries, kita tak perlu berlelah-lelah mendaki gunung serta menyusuri pantai. Simply grab your cell phone and VOILA

QLAPA-cinta-produk-lokal-bog-kompetisi-zero-waste-fashion-top
Aplikasi QLAPA via telepon genggam

 

QLAPA

Qlapa adalah situs jual beli kerajinan tangan dan produk handmade unik seperti furnitur, pakaian, tas, dekorasi dan hasil buatan tangan lainnya. Qlapa menyediakan ribuan produk unik 100% asli Indonesia langsung dari pengrajinnya. Kita tak perlu ragu akan kualitas berbagai produk handmade yang ditawarkan, karena produk-produk pilihan yang dijual di Qlapa sudah terkurasi dan tidak diragukan kualitasnya. Saya menyukai berbagai pakaian etnik wanita yang tersedia dalam berbagai model cantik dan dengan desain kekinian yang chic.

zero-waste-fashion-scarf-qlapa-cinta-produk-lokal-blog-competition
Tie Dye Scarf – gambar: QLAPA

Unduh aplikasinya di Play Store dan carilah berbagai barang keperluan pribadi, hadiah bagi sahabat dan keluarga dengan berbagai pilihan desain dan varian harga. Ternyata mendukung produk lokal Indonesia demikian mudah. Qlapa mengusung filosofi pohon kelapa yang banyak gunanya dalam kehidupan. Melalui platform Qlapa, kita dapat dengan mudah mengakses pilihan produk-produk handmade unik khas Indonesia.

Tetaplah dukung produk lokal dan cobalah makin bijak dalam memilih fashion item kita . Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan kita harapkan mampu menyiapkan lingkungan yang lebih baik di kemudian hari?

Iklan
Cerita Hari Ini

Kena Tilang Slip Biru? Enggak Usah Takut, Hadapi Saja!

Langit Bekasi siang ini cerah banget, yah? Warna birunya ceria ditingkah gumpalan awan. Bukan biru muda pucat seperti slip Tilang di dalam dompet. Ugh, saya ditilang? Iya, ditilang di jalan, siang-siang pula. Simak cerita berikut, yah !

Hari itu 28 Februari, hari Senin. Hari gajian dong, pulang jam 2 siang pula,siapa yang nggak senang,kan? Jadilah sesuai rencana,saya melipir ke daerah Rawamangun,menuju salah satu distributor alat kecantikan asal Swedia. Ada yang tahu tempatnya? Oooops, ini menyimpang dari topik. Mari kita lanjutkan. Jalanan lumayan tersendat siang itu, maka ketika tiba di flyover Klender dan terlihat jalan agak lengang saya seketika menambah kecepatan. Dan… eng ing eng, tepat di tengah-tengah flyover saudara-saudara…catat, di tengah-tengah flyover di tengah hari yang terik, ada puluhan motor polisi berwarna putih, sibuk merazia pengendara.

Buat yang terbiasa berkendara,hal ini lazim adanya. Kalo taat peraturan,nggak perlu takut kan,yah? Jadi saya memacu sepeda motor saya dengan cool tingkat dewa dan menganggap tidak ada apa-apa terjadi di atas flyover  itu.  Gaya andalan setiap kali ada razia di jalan, and it works all the time, but it wasn’t that day. Seorang Polisi meminta saya menepi, menghadapkan saya pada seorang  temannya yang meminta saya menunjukkan SIM dan STNK.

Dengan percaya diri sayapun menunjukkan surat dan kelengkapan yang diminta. Tapi rasa percaya diri itu sirna  waktu Pak Polisi menunjuk tanggal masa berlaku pajak kendaraan bermotor saya. Di sana tertera 17 Januari 2018, it means harusnya saya sudah membayar dan memperbaharui pengesahan STNK saya empat puluh dua hari yang lalu. Dulu sempat menjadi perdebatan soal boleh tidaknya seorang Polantas menilang  pengendara yang telat membayar pajak, dikarenakan pajak kendaraan bermotor merupakan wewenang Dispenda. Tapi sekarang Polantas dapat menilang kita apabila kita tidak dapat menunjukkan bukti pengesahan STNK yang menunjukkan keabsahan STNK tersebut.  Cap tersebut dibubuhkan pada saat ita membayar pajak kendaraan bermotor.

Saya hanya bisa mengangguk dan berkata “Iya, Pak. “ ketika sang Polisi berusaha menjelaskan kesalahan saya . Beliau menunjukkan sebuah tabel  berisi keterangan beberapa pelanggaran berlalu-lintas dan jumlah denda maksimal yang harus saya bayar. Mungkin karena  melihat saya hanya mengangguk ketika membaca tabel tersebut, sang Polisi setengah menghardik berkata “ Coba dilihat dulu ini, “ sambil menunjuk-nunjuk angka Rp. 500.000,- disana. Entah karena panas terik matahari dan rasa tidak suka pada hardikan si Bapak Polisi,saya hanya mengangguk saja. Saya paling emoh ambil jalan damai. Saya salah, dan saya harus terima konsekuensinya, hanya itu yang ada di otak saya saat itu.

Jadi euphoria dan rasa gembira efek gajian saya sirna saat itu. Dalam perjalanan pulang, saya sedikit menyesali tindakan saya menerima slip Tilang berwarna biru dan bayangan akan lima lembar pink manis yang harus hilang dari dompet saya. Pada slip Tilang biru tertera penjelasan bahwa saya bisa mentransfer denda maksimal di Bank BRI.

Ini slip Tilang biru pertama saya. Saya berharap ini juga yang terakhir. Karena ketidak tahuan saya tentang proses Tilang dan bagaimana menebus SIM yang disita dan diganti selembar tipis slip biru itu, saya mencoba mencari informasi di internet. Tilang Slip biru kita dapatkan apabila kita mengakui kesalahan dan menerima untuk membayar denda maksimal yang nilai nominalnya ditulis di slip biru tersebut. Setelah mentransfer ke Bank BRI, kita dapat langsung mengambil surat yang disita di Polsek terdekat. Denda maksimal tersebut bukanlah denda final yang harus kita bayar. Pak Polisi menulis tanggal sidang yang menentukan besaran denda asli yang harus kita bayar, dan selisih nominal denda yang kitasudah bayarkan dapat kita proses pengembaliannya.

Namun pada  prakteknya, Pak Polisi tidak menjelaskan tentang pengembalian dana tersebut, Beliau hanya menegaskan nominal lima ratus ribu Rupiah yang harus saya bayarkan. Dari proses browsing di internet saya tergelitik pada gambar ilustrasi berikut :

Prosedur tilang slip biru

Beberapa blog dan kaskus thread juga menganjurkan untuk tidak mentransfer denda maksimal di Bank BRI karena repotnya pengurusan pengembalian denda tersebut. Sayapun sangat terbantu dengan postingan blog ini. Di sana  dijelaskan bahwa kita tidak perlu ikut sidang di Pengadilan Negeri melainkan langsung mengambil barang sitaan di Kejaksaan Negeri.

Akhirnya Jumat, 16 Maret , saya mantapkan hati untuk langsung pergi  ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur usai makan siang. Terlebih dulu saya mengecek jumlah denda tilang yang harus saya bayarkan di pn-jakartatimur.go.id . Setelah dicek, saya hanya perlu membayar denda Rp.61.000,- saja.

info denda tilang slip tilang birucek denda tilang slip yilang biru

                                           Cek Denda Tilang via pn-jakartatimur.go.id

 

Jarak antara kantor saya di Kalimalang, dengan Kejaksaan Negeri di daerah Jatinegara lumayan jauh. Saya memilih untuk naik ojek online demi menghindari kerepotan mencari area parkir. Saat itu pukul setengah dua siang dan antrian sudah berjubel. Yang harus saya lakukan adalah mengambil nomor antrian setelah sebelumnya mentransfer denda tilang. Saya Pikir kita harus membayar denda pada pegawai kejaksaan. Ternyata di sekitar loket terdapat beberapa pihak dengan mesin EDC BRI yang bisa menerima dana titipan denda. Saya dikenai biaya Rp. 70.000,-dari denda Rp. 61.000,-. Karena saya bukan nasabah BRI, saya merasa selisih itu nilai yang wajar, karena kalau saya harus transfer via ATM Bank saya pun, saya akan tetap dikenai biaya transfer antar Bank.

Slip tilang biru
Tilang Slip Biru

 

 

Ada keunikan dalam antrian pengambilan nomor itu. Ternyata ada antrian khusus wanita. Maaf yah untuk para pria. Mungkin karena antrian didominasi para pria. Antrian Wanita yang tidak terlalu banyak ini dijadikan lahan mencari uang bagi para calo.  Beberapa ibu paruh baya penduduk sekitar tampak mengambil nomor antrian silih berganti. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seorang ibu, biasanya mereka menerima paling tidak Rp. 15.000,- untuk satu nomor antrian. Walau sebenarnya mereka tidak mematok tarif tertentu. Buat saya pribadi, memotong antrian dengan memakai calo seperti itu melanggar hak orang lain, ibarat antri di teller bank lalu tiba-tiba seseorang berdiri dan melangkahi kita. Tapi dengan alasan keterbatasan waktu, ada saja orang-orang yang dengan tega melanggar hak orang lain. Hope you guys are not one of them.

antrian denda tialng, tilang slip biru
Antriannya Panjang

Bagian paling membosankan bukanlah di antrian, melainkan menunggu nomor kita dipanggil untuk kemudian bersua dengan SIM tercinta. Saya harus menunggu lebih kurang satu jam siang itu. Pada saat menunggu itulah saya baru tergelitik untuk melihat atas nama siapakah EDC BRI tempat saya mentransfer dana titipan Tilang itu? Ternyata atas nama pribadi, walaupun ada keterangan dana titipan denda Tilang disana. Well, saya hanya bisa berharap bahwa uang yang saya transfer masuk ke kas Negara, dan bukan masuk ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab. Saat itulah saya baru melihat Bank BRI di dekat mini market di area antrian tersebut.

Jadi, kalau suatu saat kalian mendapat Tilang slip biru, jangan panik yah, Teman. Ikuti saja alurnya. Saya harap kalian tetap taat berlalu-lintas dan terbebas dari slip tilang apapun. Drive safely Guys.